JAKARTA – Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas masyarakat memberikan penilaian negatif terhadap kondisi ekonomi nasional. Sebanyak 49,4 persen responden menilai kondisi ekonomi saat ini buruk atau sangat buruk, sedangkan hanya 15,7 persen yang menilai baik atau sangat baik.
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menjelaskan, rincian penilaian publik terdiri atas 1,4 persen sangat baik, 14,3 persen baik, 33,9 persen sedang, 37,9 persen buruk, dan 11,5 persen sangat buruk.
Menurut SMRC, persepsi negatif terhadap ekonomi meningkat tajam dalam sembilan bulan terakhir. Pada November 2025, warga yang menilai ekonomi buruk atau sangat buruk tercatat 22,7 persen, kemudian naik menjadi 31,7 persen pada Februari–Maret 2026 dan mencapai 49,4 persen pada Juli 2026. Sebaliknya, penilaian positif turun dari 40 persen menjadi 15,7 persen pada periode yang sama.
Survei dilaksanakan pada 5–19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden dan memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen.




