Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Disebutkan, Perry memutuskan mundur karena alasan kesehatan.
Seiring pengunduran diri tersebut, posisi Gubernur Bank Indonesia akan dijabat oleh Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti.
Pergantian kepemimpinan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Perry memimpin Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen sebagai upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan Perry Warjiyo maupun mekanisme transisi kepemimpinan di Bank Indonesia.
Namun, pergantian pucuk pimpinan bank sentral diperkirakan akan menjadi perhatian utama pelaku pasar karena berlangsung di tengah tantangan stabilitas nilai tukar rupiah, arus modal asing, dan dinamika ekonomi global.
Perry Warjiyo sendiri telah memimpin Bank Indonesia sejak 2018 dan kembali dipercaya untuk periode kedua pada 2023. Selama masa kepemimpinannya, BI menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pemulihan ekonomi pascapandemi hingga gejolak ekonomi global yang berdampak pada kebijakan moneter nasional.




