JAKARTA – Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan persepsi publik terhadap kondisi penegakan hukum masih didominasi penilaian negatif. Hanya 26,4 persen responden yang menilai penegakan hukum di Indonesia baik atau sangat baik, sedangkan 37,6 persen menilai buruk atau sangat buruk.
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan, rincian penilaian responden terdiri atas 1,9 persen sangat baik, 24,5 persen baik, 30,2 persen sedang, 28,6 persen buruk, dan 9 persen sangat buruk. Sebanyak 5,8 persen responden tidak menjawab.
SMRC juga mencatat tren penurunan persepsi positif terhadap penegakan hukum dalam sembilan bulan terakhir. Penilaian positif turun dari 42,5 persen pada November 2025 menjadi 26,4 persen pada Juli 2026. Sebaliknya, persepsi negatif meningkat dari 25,7 persen menjadi 37,6 persen.
Survei dilakukan pada 5–19 Juli 2026 terhadap 749 responden dengan margin of error sekitar ±3,7 persen.




