London – Andy Burnham resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Inggris ke-59 setelah mendapat mandat dari Raja Charles III untuk membentuk pemerintahan baru. Politikus Partai Buruh itu menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri di tengah tekanan politik internal, menjadikannya perdana menteri ketujuh Inggris dalam satu dekade terakhir.
Dalam pidato perdananya di depan 10 Downing Street, Burnham menegaskan pemerintahannya akan berfokus pada pemulihan stabilitas politik, penguatan ekonomi, serta menekan beban biaya hidup yang selama beberapa tahun terakhir menjadi persoalan utama masyarakat Inggris. Ia juga berjanji menghadirkan rencana pembangunan nasional selama 10 tahun sebagai arah baru pemerintahan.
Burnham mengatakan pemerintah akan segera mengumumkan paket kebijakan jangka pendek untuk memberikan “ruang bernapas” bagi masyarakat yang terdampak tingginya inflasi dan mahalnya biaya kebutuhan pokok. Pemerintah juga akan menjelaskan sumber pendanaan kebijakan tersebut agar tetap sejalan dengan disiplin fiskal.
Selain itu, Burnham menyiapkan sejumlah agenda reformasi, antara lain:
Mendorong desentralisasi kekuasaan dari Westminster ke pemerintah daerah.
Menghidupkan kembali sektor industri melalui program reindustrialisasi.
Memperluas pembangunan rumah sosial (council housing).
Mereformasi sistem pendidikan agar lebih banyak anak muda terserap ke dunia kerja.
Meningkatkan layanan kesehatan mental.
Menghapus praktik tunawisma yang tidur di jalan (rough sleeping).
Mengendalikan biaya hidup dengan memperkuat kontrol publik terhadap layanan-layanan esensial.
Di sektor energi, Burnham juga menegaskan komitmennya mempercepat eksplorasi energi domestik untuk memperkuat ketahanan energi Inggris sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemulihan ekonomi jangka panjang.
Usai resmi menjabat, Burnham langsung mengumumkan susunan kabinet barunya. John Healey ditunjuk sebagai Menteri Keuangan (Chancellor), Ed Miliband menjadi Menteri Luar Negeri, sementara Yvette Cooper dipercaya memimpin Kementerian Kesehatan. Perombakan kabinet ini menandai berakhirnya era pemerintahan Keir Starmer dan dimulainya arah baru Partai Buruh.
Burnham menilai Inggris membutuhkan perubahan besar setelah bertahun-tahun menghadapi pergantian kepemimpinan yang cepat dan perlambatan ekonomi. Ia berjanji membangun model politik dan ekonomi baru yang lebih berpihak kepada masyarakat, namun tetap menjaga kredibilitas fiskal dan memenuhi komitmen pertahanan negara kepada sekutu internasional.



